Mbejujag.com | Temanggung – Semangat gotong royong masyarakat Temanggung kembali terlihat dalam Gerakan Donasi Seragam Bekas yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di halaman Setda Kabupaten Temanggung, bertepatan dengan pelaksanaan Gebyar PKK Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan hampir lima boks besar berisi seragam sekolah, sepatu, tas sekolah, serta alat tulis yang masih layak pakai.
Gebyar PKK sendiri merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap Jumat pada minggu pertama setiap bulan. Selain menjadi ajang pemberdayaan UMKM binaan berbagai dinas dan pelaku usaha lokal, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi berbagai gerakan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Gerakan Drop Box Donasi Seragam Bekas diinisiasi oleh Mokhamad Taftazani, aktivis sosial sekaligus penggerak literasi Temanggung dan pengelola TBM Kelas Teras Rongkot Pendowo, Kecamatan Kranggan. Gagasan tersebut muncul sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru.

Menurut Taftazani, masih banyak keluarga yang kesulitan membeli perlengkapan sekolah, sementara di sisi lain terdapat banyak seragam yang sudah tidak digunakan karena pemiliknya telah lulus sekolah.
“Gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap sesama. Di satu sisi banyak orang tua yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, sementara di sisi lain masih banyak seragam yang kondisinya bagus tetapi hanya tersimpan di lemari. Kami ingin menjadi jembatan agar barang-barang yang masih layak pakai bisa kembali bermanfaat bagi anak-anak yang membutuhkan,” ujar Mokhamad Taftazani.
Ia menjelaskan, gerakan tersebut telah dimulai sekitar satu bulan sebelumnya melalui media sosial dan status WhatsApp. Respons masyarakat ternyata sangat positif. Tidak hanya banyak warga yang menyumbangkan perlengkapan sekolah, tetapi juga bermunculan relawan yang bersedia menjadi titik (drop box) pengumpulan donasi.

Dukungan semakin kuat setelah mendapat sambutan hangat dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung, Ibu Panca Dewi, yang membuka ruang kolaborasi melalui kegiatan Gebyar PKK.
“Kami menyambut baik gerakan sosial seperti ini karena manfaatnya sangat nyata bagi masyarakat. PKK memiliki semangat pemberdayaan dan kepedulian sosial, sehingga kami merasa perlu mendukung dengan menyediakan ruang di Gebyar PKK agar masyarakat semakin mudah menyalurkan donasinya. Semoga gerakan ini terus berkembang dan menginspirasi banyak pihak untuk berbagi,” kata Ibu Panca Dewi.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat antusias mendatangi drop box dengan membawa berbagai perlengkapan sekolah. Donasi yang diterima meliputi seragam sekolah umum, sepatu, tas, hingga alat tulis. Seluruh barang yang disumbangkan harus memenuhi syarat, yakni masih layak pakai, bersih, tidak sobek, resleting berfungsi dengan baik, serta bukan seragam yang memiliki identitas sekolah tertentu.

Hingga kegiatan berakhir, panitia berhasil mengumpulkan hampir lima boks besar donasi yang selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan ini dinilai sangat membantu, terutama setelah adanya kebijakan yang tidak lagi memperbolehkan sekolah menjual seragam secara langsung sehingga orang tua harus membeli sendiri. Bagi keluarga kurang mampu, biaya pengadaan seragam sering kali menjadi beban tambahan menjelang tahun ajaran baru.
Meski kegiatan di Gebyar PKK telah selesai, Gerakan Donasi Seragam Bekas masih terus dibuka. Masyarakat yang ingin berbagi dapat mengantarkan seragam sekolah, sepatu, tas, maupun alat tulis yang masih layak pakai ke Ndalem Rongkot Pendowo, Kecamatan Kranggan sebagai titik pengumpulan donasi.
Melalui gerakan sederhana ini, semangat berbagi dan gotong royong kembali membuktikan bahwa kepedulian masyarakat mampu menjadi solusi nyata dalam membantu anak-anak memperoleh kesempatan belajar dengan lebih baik. (Tft)








