TEMANGGUNG — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Temanggung menggelar Seminar Sastra “Nyala Kejora” dengan tema “Memantik Kreasi, Menggerakkan Literasi” di Pendopo Pengayoman Temanggung, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran buku antologi cerpen “Nyala Kejora”, yang merupakan kumpulan karya guru-guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Temanggung.
Seminar diikuti sekitar 100 peserta dan dibuka oleh Bunda Literasi Kabupaten Temanggung, Panca Dewi. Hadir sebagai narasumber, sastrawan dan pegiat literasi Hasta Indriyana serta Siwi Nurdiani.
Ketua panitia, Joko Prasetyo, S.Pd., mengatakan, lahirnya buku antologi tersebut merupakan hasil proses kreatif yang cukup panjang. Penyusunan buku telah dimulai sejak 2024 dan membutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga akhirnya dapat diluncurkan.
“Buku ini lahir dari proses yang panjang. Kami ingin menunjukkan bahwa guru tidak hanya mengajarkan sastra, tetapi juga mampu menghasilkan karya sastra,” ujar Joko.

Antologi “Nyala Kejora” memuat 41 judul cerpen karya 31 penulis. Salah satu cerpen yang menjadi judul buku, “Nyala Kejora”, merupakan karya Suprihati, guru MTsN 2 Temanggung.
Joko berharap penerbitan buku tersebut tidak berhenti sebagai sebuah karya bersama, tetapi dapat menjadi pemantik bagi para guru untuk terus berkarya sekaligus menggerakkan budaya literasi di lingkungan madrasah.
“Harapannya, buku ini menjadi nyala kecil yang terus menyala. Dari guru, kemudian menular kepada siswa, hingga akhirnya tumbuh menjadi budaya literasi di madrasah,” katanya.

Seminar sastra tersebut juga menjadi ruang bagi para guru untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperkaya wawasan dalam menciptakan karya sastra. Kehadiran para narasumber diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus membuka perspektif baru bagi peserta dalam mengembangkan kreativitas menulis.
Melalui “Nyala Kejora”, MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Temanggung menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga proses melahirkan gagasan, merawat kreativitas, dan meninggalkan jejak karya.








