TEMANGGUNG – Suasana berbeda terlihat di Dapur Gaza, Bangsri, Tembarak, Sabtu (4/7/2026). Sebanyak 30 anak usia 4–12 tahun mengikuti kegiatan Osimi Pizza Party, sebuah program edukatif yang menggabungkan pembelajaran Bahasa Inggris dengan pengalaman membuat pizza secara langsung.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Omah Sinau Migunani (Osimi) berkolaborasi dengan Dapur Gaza ini menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Tidak hanya belajar kosakata dan percakapan sederhana dalam Bahasa Inggris, para peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan tamu asal Italia, Sara Zilioli, yang turut mengisi kegiatan liburan anak-anak tersebut.
Ketua Omah Sinau Migunani, Nihayatu Zunairoh, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan suasana belajar yang berbeda sehingga anak-anak merasa lebih percaya diri menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran Bahasa Inggris tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Melalui kegiatan praktik seperti membuat pizza dan berinteraksi langsung dengan penutur asing, anak-anak dapat belajar dengan lebih alami, menyenangkan, dan berani mencoba berbicara,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengenal berbagai kosakata Bahasa Inggris yang berkaitan dengan bahan makanan, peralatan memasak, serta instruksi sederhana yang digunakan saat membuat pizza. Dengan pendampingan relawan dan tim Osimi, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan.
Kehadiran Sara Zilioli menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak berkesempatan menyapa, bertanya, dan berbincang sederhana menggunakan Bahasa Inggris. Momen ini menjadi pengalaman berharga karena banyak peserta baru pertama kali berinteraksi langsung dengan warga negara asing.
Salah satu orang tua peserta, Amalia, mengaku senang melihat anaknya mendapatkan pengalaman belajar yang unik dan menyenangkan.

“Ikut acara Pizza Party Osimi kemarin menyenangkan sekali. Selain bisa ketemu teman-teman dari sekolah lain, anak-anak berkesempatan bisa ngobrol langsung sama tamu dari Italia. Pizzanya juga buat sendiri dan dibawa pulang, masya Allah!” tuturnya.
Kegembiraan juga dirasakan oleh peserta. Dengan wajah ceria, Kizy, salah satu anak yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan kesannya secara singkat.
“Seneng… bisa buat pizza!” katanya sambil tersenyum.
Owner Dapur Gaza, Zaidatur Rohmah, bersama tim Osimi berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai sarana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Menurut mereka, penguasaan Bahasa Inggris sejak dini merupakan kebutuhan penting untuk menghadapi tantangan masa depan di era global.
“Melalui pembelajaran yang interaktif dan dekat dengan dunia anak, kami berharap mereka tidak lagi takut memulai belajar Bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang akan sangat dibutuhkan di masa mendatang, sehingga perlu diperkenalkan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.
Kegiatan Osimi Pizza Party pun menjadi bukti bahwa proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan dengan cara yang kreatif. Melalui kolaborasi edukasi, praktik langsung, dan interaksi lintas budaya, anak-anak tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga pengalaman yang akan mereka kenang dalam perjalanan belajar mereka. (Tft)








