Dari Gaptek Jadi Paham AI, Sinergi UMKM Indonesia Ajak Ibu-Ibu dan UMKM Belajar Jadi Affiliator

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBEJUJAG | TEMANGGUNG — Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk pekerjaan kantoran atau kebutuhan profesional, AI juga mulai dimanfaatkan untuk membuka peluang penghasilan tambahan.

Hal inilah yang coba dikenalkan oleh Sinergi UMKM Indonesia melalui kegiatan Kelas Pemanfaatan Konten AI untuk Affiliator yang digelar pada Sabtu, 5 September 2026, di Ruang Kreasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti lebih dari 25 peserta. Menariknya, peserta datang dari latar belakang dan usia yang cukup beragam, mulai dari mahasiswa hingga peserta lanjut usia yang mengaku masih cukup gagap teknologi.

Kelas ini secara khusus menyasar ibu-ibu, pelaku UMKM, remaja, maupun masyarakat umum yang ingin mencoba mendapatkan penghasilan melalui affiliate marketing dengan memanfaatkan teknologi AI.

Yang menarik, peserta tidak harus memiliki produk sendiri atau bahkan memiliki sampel produk untuk bisa mulai belajar menjadi affiliator.

Kegiatan dibuka dengan materi dasar pengenalan AI yang disampaikan oleh Taftazani Mokhamad. Peserta diperkenalkan dengan cara memanfaatkan AI, khususnya ChatGPT dan Google Flow, untuk membantu membuat berbagai konten yang dapat digunakan dalam aktivitas affiliate.

Materi disampaikan secara bertahap dan praktis, sehingga peserta bisa langsung mencoba menggunakan perangkat masing-masing.

Tentu saja, belajar teknologi tidak selalu berjalan mulus.

Beberapa peserta sempat mengalami kendala teknis karena kapasitas RAM ponsel yang terbatas maupun memori HP yang sudah penuh. Namun, kendala tersebut justru menjadi bagian dari proses belajar. Peserta saling membantu dan mencoba mencari solusi agar tetap bisa mengikuti praktik.

Setelah materi dasar AI, kelas dilanjutkan oleh Ahmad Munif, yang telah lebih dulu terjun ke dunia affiliate berbasis AI.

Ahmad membagikan pengalamannya sekaligus mengajak peserta memulai dari nol. Mulai dari membuat akun affiliator, memahami alur affiliate marketing, memilih produk, membuat konten dengan bantuan AI, hingga akhirnya peserta dapat mengunggah dan membagikan konten affiliate mereka sendiri.

Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi hal baru.

Salah satunya Giyah, peserta dari Tembarak. Ia mengaku sebelumnya cukup gagap teknologi dan belum memahami bagaimana AI bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan penghasilan tambahan.

«“Saya ini sebenarnya gaptek. Setelah mengikuti kelas, saya jadi mendapat pencerahan bahwa ternyata AI bisa dimanfaatkan untuk membantu mencari penghasilan tambahan,” ungkap Giyah.»

Suasana kelas pun berlangsung jauh dari kesan formal dan kaku. Peserta belajar dalam suasana santai, akrab, dan hangat, namun tetap serius mengikuti materi dan praktik.

Bahkan ada satu aturan unik dalam kelas tersebut. Peserta diwajibkan membawa snack masing-masing.

Aturan sederhana itu justru membuat suasana semakin cair. Peserta bisa menikmati makanan ringan sambil berdiskusi, bertanya, dan saling berbagi pengalaman selama mengikuti praktik.

Menurut Widhiyani Mokhamad, Direktur Sinergi UMKM Indonesia, kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan.

Ia mengatakan, kelas serupa akan terus dilanjutkan karena para peserta masih membutuhkan pendampingan, terutama dalam mempraktikkan ilmu yang sudah diperoleh.

«“Kelas ini akan terus berlanjut karena peserta masih membutuhkan pendampingan. Selain itu, masih banyak pelaku UMKM dan ibu-ibu yang belum tersentuh teknologi seperti ini,” kata Widhiyani.»

Menurutnya, pemanfaatan AI seharusnya tidak hanya menjadi milik mereka yang sudah mahir teknologi. Justru masyarakat yang selama ini merasa gaptek perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan mencoba teknologi tersebut secara langsung.

Melalui kelas ini, Sinergi UMKM Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang berani mencoba memanfaatkan AI untuk membuat konten, memasarkan produk, maupun membuka peluang penghasilan baru melalui affiliate marketing.

Dari mahasiswa hingga lansia, dari yang sudah terbiasa menggunakan teknologi hingga yang masih bingung membuka aplikasi, semuanya belajar dalam satu ruangan.

Pesannya sederhana: tidak harus jago teknologi untuk mulai belajar AI. Yang penting berani mencoba.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HUT ke-2 Satupena Temanggung, Luncurkan “Ki Panjang Emas”
FESTIVAL LITERASI TEMANGGUNG 2026: MERAJUT TRADISI DALAM RUANG LITERASI, HADIRKAN RAGAM KEGIATAN EDUKATIF DAN KREATIF
Dinpusip Temanggung Apresiasi Donasi Karya MGMP Bahasa Indonesia MTs
SMK Negeri Jumo Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi
MGMP Bahasa Indonesia MTs Temanggung Nyalakan “Kejora” Literasi Lewat 41 Cerpen
Golkar Temanggung Perkuat Regenerasi, 40 Persen Pengurus Diisi Anak Muda
Literasi Hukum Bahas Maraknya KDRT hingga Sengketa Lahan, Warga Temanggung Bisa Konsultasi Gratis
Temanggung Digitalpreneur Community Resmi Diluncurkan, Wadah Tumbuh Bareng Pengusaha Digital

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:14

HUT ke-2 Satupena Temanggung, Luncurkan “Ki Panjang Emas”

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:50

FESTIVAL LITERASI TEMANGGUNG 2026: MERAJUT TRADISI DALAM RUANG LITERASI, HADIRKAN RAGAM KEGIATAN EDUKATIF DAN KREATIF

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:33

Dinpusip Temanggung Apresiasi Donasi Karya MGMP Bahasa Indonesia MTs

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:01

SMK Negeri Jumo Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:24

MGMP Bahasa Indonesia MTs Temanggung Nyalakan “Kejora” Literasi Lewat 41 Cerpen

Berita Terbaru

Kabar Temanggung

HUT ke-2 Satupena Temanggung, Luncurkan “Ki Panjang Emas”

Senin, 19 Okt 2026 - 18:14

Kabar Temanggung

SMK Negeri Jumo Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:01