TEMANGGUNG – Di tengah derasnya arus informasi digital dan semakin masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Temanggung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi berbagai elemen pegiat literasi di Kabupaten Temanggung.
Kegiatan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Tahun 2026 ini dilaksanakan dalam tiga gelombang. Pada 22 Juni 2026, bimtek diikuti oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan. Selanjutnya, 23 Juni 2026, kegiatan diperuntukkan bagi pengelola perpustakaan SD dan SMP. Sementara gelombang terakhir pada 29 Juni 2026 menghadirkan pegiat literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta berbagai komunitas literasi di Temanggung.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung, Heri Kardono, S.STP. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan literasi informasi menjadi semakin penting di era digital, terutama ketika masyarakat dibanjiri berbagai informasi yang diproduksi maupun dibantu oleh teknologi AI.
“Ilmu yang diperoleh selama bimtek ini diharapkan tidak berhenti pada peserta saja, tetapi dapat diimplementasikan dan disebarluaskan kepada lingkungan masing-masing. Saat ini informasi datang tanpa henti dan AI berkembang sangat cepat. Karena itu masyarakat harus semakin sadar, kritis, dan bijak dalam menerima maupun menggunakan informasi,” pesannya.

Bimbingan teknis menghadirkan narasumber Thoriq Tri Prabowo, M.IP., Ph.D., Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Ketua Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia membahas pentingnya kemampuan literasi informasi di era digital, mulai dari cara mencari sumber yang kredibel, mengevaluasi kebenaran informasi, hingga memanfaatkan teknologi AI secara tepat dan bertanggung jawab.
Materi berikutnya disampaikan oleh Atin Istiarni, Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Magelang. Dalam sesinya, ia mengenalkan berbagai aplikasi dan teknologi pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan perpustakaan, kegiatan literasi, hingga produktivitas para pegiat literasi dalam mengelola informasi.

Diskusi yang dimoderatori oleh Mokhamad Taftazani, pengelola TBM Kelas Teras, berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pengalaman, tantangan, serta berbagai pertanyaan terkait penerapan teknologi digital dan AI dalam aktivitas literasi sehari-hari.
Salah satu hal yang mengemuka selama diskusi adalah tingginya antusiasme peserta untuk mempelajari lebih jauh berbagai aplikasi yang diperkenalkan dalam bimtek. Banyak peserta mengapresiasi materi yang diberikan karena dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini. Mereka juga berharap Dinpusip Kabupaten Temanggung dapat menyelenggarakan pelatihan lanjutan yang lebih bersifat praktik, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan berbagai aplikasi tersebut secara langsung di perpustakaan, TBM, maupun komunitas literasi masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Dinpusip Kabupaten Temanggung berharap para pustakawan, pengelola perpustakaan, serta pegiat literasi mampu menjadi agen literasi informasi di tengah masyarakat. Di era ketika AI semakin berkembang dan informasi menyebar begitu cepat, kemampuan memilah, memverifikasi, dan memanfaatkan informasi secara bijak menjadi bekal penting untuk membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (tft)






