TEMANGGUNG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Keluarga Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G) menggelar agenda bulanan Nyang Sastra di Taman Kali Progo, Kranggan, Minggu (28/6/2026). Mengusung tema “Lingkungan Hidup dan KeTuhanan”, kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan sastra dan seni yang mengajak masyarakat merenungkan hubungan manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri anggota KSS3G, masyarakat umum, serta anggota Fatayat NU. Suasana taman yang rindang menjadi ruang terbuka bagi para seniman dan pecinta sastra untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan terhadap kelestarian lingkungan melalui karya-karya mereka.

Beragam penampilan mewarnai kegiatan, di antaranya pantomim dari SMP Negeri 3 Temanggung, pembacaan puisi “Tanah Hutan Hanyalah Warisan Cerita” oleh Angelina Meilisa Omba, pementasan Teater Hayat oleh Grup Fatayat NU, pembacaan cerpen “Kalang Kabut” oleh Bayu Aji Tolafudin, serta puisi “Sumpah Serapah Sampah” yang dibawakan Adi Bzta.
Ketua KSS3G, Asrul Sani, mengatakan bahwa sastra memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

“Kami ingin mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab spiritual. Melalui sastra, pesan-pesan tentang alam menjadi lebih menyentuh hati dan diharapkan mampu menggerakkan kesadaran bersama,” ujarnya.
Menurutnya, Nyang Sastra merupakan ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk berekspresi sekaligus berdialog melalui karya seni dan sastra. Momentum Hari Lingkungan Hidup dipilih agar kepedulian terhadap alam tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi tumbuh menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KSS3G berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang menjadikan sastra sebagai media untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keTuhanan. (Tft)






