Peringati Hari Lingkungan Hidup, KSS3G Gelar Nyang Sastra Bertema Lingkungan dan KeTuhanan di Taman Kali Progo

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Keluarga Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G) menggelar agenda bulanan Nyang Sastra di Taman Kali Progo, Kranggan, Minggu (28/6/2026). Mengusung tema “Lingkungan Hidup dan KeTuhanan”, kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan sastra dan seni yang mengajak masyarakat merenungkan hubungan manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri anggota KSS3G, masyarakat umum, serta anggota Fatayat NU. Suasana taman yang rindang menjadi ruang terbuka bagi para seniman dan pecinta sastra untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan terhadap kelestarian lingkungan melalui karya-karya mereka.

Beragam penampilan mewarnai kegiatan, di antaranya pantomim dari SMP Negeri 3 Temanggung, pembacaan puisi “Tanah Hutan Hanyalah Warisan Cerita” oleh Angelina Meilisa Omba, pementasan Teater Hayat oleh Grup Fatayat NU, pembacaan cerpen “Kalang Kabut” oleh Bayu Aji Tolafudin, serta puisi “Sumpah Serapah Sampah” yang dibawakan Adi Bzta.

Ketua KSS3G, Asrul Sani, mengatakan bahwa sastra memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

“Kami ingin mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab spiritual. Melalui sastra, pesan-pesan tentang alam menjadi lebih menyentuh hati dan diharapkan mampu menggerakkan kesadaran bersama,” ujarnya.

Menurutnya, Nyang Sastra merupakan ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk berekspresi sekaligus berdialog melalui karya seni dan sastra. Momentum Hari Lingkungan Hidup dipilih agar kepedulian terhadap alam tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi tumbuh menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KSS3G berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang menjadikan sastra sebagai media untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keTuhanan. (Tft)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HUT ke-2 Satupena Temanggung, Luncurkan “Ki Panjang Emas”
FESTIVAL LITERASI TEMANGGUNG 2026: MERAJUT TRADISI DALAM RUANG LITERASI, HADIRKAN RAGAM KEGIATAN EDUKATIF DAN KREATIF
Dinpusip Temanggung Apresiasi Donasi Karya MGMP Bahasa Indonesia MTs
SMK Negeri Jumo Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi
MGMP Bahasa Indonesia MTs Temanggung Nyalakan “Kejora” Literasi Lewat 41 Cerpen
Golkar Temanggung Perkuat Regenerasi, 40 Persen Pengurus Diisi Anak Muda
Literasi Hukum Bahas Maraknya KDRT hingga Sengketa Lahan, Warga Temanggung Bisa Konsultasi Gratis
Temanggung Digitalpreneur Community Resmi Diluncurkan, Wadah Tumbuh Bareng Pengusaha Digital

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:14

HUT ke-2 Satupena Temanggung, Luncurkan “Ki Panjang Emas”

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:50

FESTIVAL LITERASI TEMANGGUNG 2026: MERAJUT TRADISI DALAM RUANG LITERASI, HADIRKAN RAGAM KEGIATAN EDUKATIF DAN KREATIF

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:33

Dinpusip Temanggung Apresiasi Donasi Karya MGMP Bahasa Indonesia MTs

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:01

SMK Negeri Jumo Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:24

MGMP Bahasa Indonesia MTs Temanggung Nyalakan “Kejora” Literasi Lewat 41 Cerpen

Berita Terbaru

Kabar Temanggung

HUT ke-2 Satupena Temanggung, Luncurkan “Ki Panjang Emas”

Senin, 19 Okt 2026 - 18:14

Kabar Temanggung

SMK Negeri Jumo Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:01