KENDARI – Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Kendari menggelar Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan tema “Mengintegrasikan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran untuk Mewujudkan Madrasah Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global.”
Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Juli 2026 di Aula Lantai 2 MAN Insan Cendekia Kota Kendari ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di lingkungan madrasah. Workshop menghadirkan Master Trainer dari Sinergi UMKM Indonesia yaitu Haryono, S.E., C.STMI., CBCP., CPS. sebagai narasumber utama.
Kegiatan diawali dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Tini Kaimudin, S.Pd., M.Sc. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai media pendukung pembelajaran.
“Penguasaan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence, menjadi kebutuhan bagi pendidik saat ini agar proses pembelajaran semakin efektif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Workshop kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala MAN Insan Cendekia Kota Kendari, Ismail Z. Betawi, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya guru untuk terus belajar dan berinovasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru harus terus meningkatkan kompetensinya agar mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital,” kata Ismail.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai pemanfaatan berbagai platform berbasis AI, seperti Gemini dan NotebookLM, untuk menyusun bahan ajar, membuat media pembelajaran, merancang bank soal, hingga menghasilkan konten pembelajaran berbentuk audio dan video.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah satu peserta, Ibu Nia, menjadi inspirasi tersendiri karena semangatnya untuk terus belajar meskipun usianya tidak lagi muda.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kita harus terus bertumbuh, meng-upgrade diri, dan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat beradaptasi dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.
Menurutnya, pemanfaatan Artificial Intelligence akan sangat membantu guru dalam meningkatkan kreativitas dan efektivitas pembelajaran di kelas.
Workshop berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi, praktik, dan presentasi hasil karya peserta. Para guru tampak antusias mencoba berbagai fitur AI yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan ini, MAN Insan Cendekia Kota Kendari berharap para tenaga pendidik mampu mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence secara bijak dan bertanggung jawab dalam pembelajaran, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, inovatif, dan memiliki daya saing global.






